الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه
أما بعد
بسم الله الرحمن الرحيم MAKNA
Nabi Muhammad SAW bersabda :
كل ذي بال لايقرأ فيه بسم الله الرحمن الرحيم فهو أقطع
Artinya :
Setiap urusan yang tidak dibacakan “basmalah” maka terputus (tidak berkah)
A Apa makna بسم الله الرحمن الرحيم ?
I. Makna ب pada lafaz basmalah
1. Makna ب pada kalimat “basmalah” artinya “dengan” atau “memulai”.
2. Makna ب pada kalimat “basmalah” berfaidah ;
· Do’a/pernyataan pengucap memulai dengan nama Allah. Seakan pengucap berkata “Saya memulai membaca/beraktifitas dengan nama Allah”.
· Merupakan perintah Allah agar setiap sesuatu diawali dengan basmalah.
· Menjadikan Allah sebagai semangat dalam bekerja/beraktifitas.
· Mengakui kekuasaan Allah dalam peerjaan itu. (Jika berhasil bersyukur dan jika gagal bersabar)
· Timbul percaya diri karena Allah sandarannya.
3. Setiap pekerjaan yang dilandasi dengan nama Allah, maka pekerjaan tersebut bernilai ibadah, atau paling tidak terbebas dari godaan hawa nafsu, ambisi, dan kepentingan pribadi.
II. Makna Ism (إسم ) pada lafaz basmalah (بسم )
1. Ism (إسم ) berasal dari (ألسمو ) artinya “tinggi”, atau (السمة) artinya ”tanda/nama”
2.
Ism (إسم ) atau nama bertujuan mengharap supaya nama tersebut sesuai dengan arti atau kebaikannya. Seseorang menamakan anaknya “Muhammad” (artinya; yang terpuji) berharap supaya anaknya terpuji prilakunya. Atau menamakan tempat seperti “Bandara Sukarno Hatta” bertujuan untuk mengenang kebaikan kedua tokoh tersebut.
- Seseorang yang memulai pekerjaannya dengan “nama Allah” berharap supaya aktifitasnya terkandung segala kemuliaan sifat Allah, atau bertujuan agar Allah menaungi seluruh pekerjaannya.
3. Penulisan Ism (إسم ) pada lafaz بسم tidak disertai hauruf alif (ا ), berfaidah:
- Pertimabangan praktis semata
- Agar huruf-hurufnya pas menjadi 19. Angka ini mempunyai rahasia pada setiap kalimat basmalah yang dapat dibagi habis 19, contoh:
III. Makna الله pada lafaz بسم الله الرحمن الرحيم
- Nama الله mencakup seluruh nama-nama Allah (Al Asmaul Husna). Ketika kita mengucapkan “AL-MALIK” (Maha Raja) maka tidak termasuk makna “AR-RAHMAN (Maha Pengasih) atau “AT-TAWWAB” (Maha Penerima Taubat). Tetapi cukup menyebut nama ALLAH, maka seluruh nama-nama yang lain sudah mencakup di dalamnya.
* Dari sinilah dipaham bahwa sebabnya kalimat “Syahadat” harus dengan lafaz ALLAH, tidak nama yang lain.
- Di kalangan ulama tafsir terjadi perbedaan pendapat tentang asal kata الله , sebagian berpendapat bahwa lafaz ini tidak mempunyai akar kata. Sebagian lain berpendapat bahwa lafaz الله ada akar katanya. Diantaranya:
· الله akar kata dari إله artinya “ibadah atau penyembahan” maka setiap sesuatu yang disembah disebut إله (yang disembah bisa yang benar atau salah). Kata ini ini mendapat tambahan Alif Lam (ال ) di depan, dalam kaidah bahasa Arab berfungsi sebagai ma’rifah (khusus). Khusus Tuhan yang disembah yaitu ALLAH.
· الله berasal dari kata أله artinya “menakjubkan”, karena ALLAH dalam segala perbuatan dan ciptaannya sangat menakjubkan. Atau karena ketidaktahuan makhluk akan hakikat zat ALLAH, merupakan hal yang sangat menakjubkan.
· الله akar kata dari أله artinya “tenang”, sebab hati manusia bisa menjadi tenang dan tentram karenaNya. (ingatlah dengan menyebut/ bezikir kepada Allah hati menjadi tenang/QS.
- Dari segi lafaz, kata الله memiliki keistimewaan, antara lain ;
· الله , jika huruf Alif ( ا ) dihilangkan menjadiلله (Milik Allah)
· لله , jika huruf Lam ( ل ) dihilangkan menjadi له (BagiNya/Allah)
· له , jika huruf Lam (ل ) dihilangkan menjadi ه (Dia/Allah)
IV. Makna lafaz الرحمن الرحيم pada Kalimat Basmalah
- Ar-Rahman ( الرحمن ) dan Ar-Rahim (الرحيم ) dua kata yang berasal dari satu kata dasar yaitu “Rahima” artinya “peranakan” atau “kasih sayang”. (Seperti kasih sayang ibu terhadap anaknya).
- Kasih sayang Allah sangat luas, berbeda dengan kasih sayang makhluk. Nabi menggambarkan dalam hadisnya bahwa kasih sayang Allah ibarat ada 100. Sembilan puluh sembilan tetap di sisiNya, dan satu untuk semua makhluk di dunia.
- Lafaz الله mencakup seluruh nama-nama Allah lainnya. Tetapi dalam lafaz Basmalah masih dicantumkan namaNya yaitu Ar-Rahman ( الرحمن ) dan Ar-Rahim (الرحيم ). Tentu saja sangat berfaidah, antara lain :
· Sebuah perintah hendaknya manusia menyertai ketiga lafaz ini setiap kali berdo’a kepadaNya.
· Bantahan terhadap konsep “Trinitas” yang diyakini umat Nasrani/Yahudi.
· Membuktikan bahwa Allah tidak sekali-kali menjerumuskan hambaNya ke dalam kebinasaan, karena kasih sayangNya teramat sangat luas.
(Jika terdapat musibah atau bencana yang dialami hamba Allah, tentu dibalik peristiwa tersebut ada kasih sayang Allah)
- Pengucap basmalah akan baik setiap pekerjaan yang dilakukannya, bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya dan selalu menebarkan sifat kasih sayang kepada semua karena ia telah menjiwai makna bismillahirrahmanirrahim.
V. Masalah Hukum Membaca Basmalah di Dalam Shalat
Apakah بسم الله الرحمن الرحيم termasuk ayat dalam surat Al Fatihah? Terdapat perbedaan di kalangan ulama, antara lain :
- Imam Malik (Mazhab Maliki) : Basmalah bukan bagian dari surat Al Fatihah. Alasannya :
· Hadis demikian mutawatir, sedang hadis Basmalah dalam Al Fatihah tidak ada yang sahih satupun.
· Pengamatanya di Madinah, Imam dan masyarakat umum di sana tidak membaca basmalah (ketika membaca Al Fatihah dalam shalat)
- Imam Syafi’i (Mazhab Syafi’i) : Basmalah bagian dari Al Fatihah, alasannya :
· Banyak riwayat hadis yang menyatakan basmalah bagian dari Al Fatihah, termasuk hadis dari istri nabi SAW.
· Tidak ada satupun penolakan basmalah dicantumkan dalam mushaf.
- Abu Hanifah (Mazhab Hanafi) : Mengambil jalan pintas (pertengahan) yaitu basmalah dibaca ketika Al Fatihah dalam shalat tetapi tidak dengan sura keras.
وصلى الله على خير خلقه سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين

No comments:
Post a Comment